Results 1 - 10 of 15 (Sorted by date)
Book Chapter
In Ketahanan Iklim Perkotaan (English: Urban Climate Resilience)

In Bahasa: Membangun Kota-kota rendah karbon di Indonesia memerlukan tiga faktor utama yang berkontribusi: membangun kapasitas, melibatkan pemangku kepentingan, dan memobilisasi sumber daya. Faktor-faktor tersebut tidak terpisah atau berbeda-beda namun saling tumpang tindih dan saling memperkuat satu sama lain. Sebagai ilustrasi, peningkatan...

Book Chapter
In Ketahanan Iklim Perkotaan (English: Urban Climate Resilience)

In Bahasa:
Pengembangan skenario pembangunan rendah karbon dapat digunakan untuk membantu perencanaan jangka menengah dan jangka panjang sehingga membantu para pengambil kebijakan kota-kota besar agar dapat mengadopsi lebih awal mengenai cetak biru perencanaan. Proses perencanaan skenario pengurangan emisi di masa yang akan datang untuk skala kota...

Discussion Paper
Author:
Vera Revina Sari
Andono Warih
Erni P Fitratunnisa
Susi Andraiani
Retno G Dewi
Ucok Siagian
Iwan Hendrawan
Gissa N Sevie
Darsilawati

Indonesia begins to prepare a long-term GHG emissions reduction target (2050), which is commonly called Long Term Strategy (LTS). In line with this National LTS, DKI Jakarta is preparing its Provincial LTS aiming to establish the Low Carbon Development Strategy (LCDS) for achieving the Low Carbon Society (LCS). In conjunction with this DKI Jakarta...

Submission to Policy Process

This Work Plan provides comprehensive and up-to-date analysis on the status, challenges and opportunities of waste management in Medan City, including relevant regulations and policies, administrative structure, waste management cost, waste quality and quantity, waste collection, 3Rs (reduce, reuse, recycle), and final disposal. Based on such...

Submission to Policy Process

Pengelolaan sampah telah menjadi salah satu isu utama di banyak kota khususnya di negara-negara berkembang. Tempat-tempat pembuangan akhir dari limbah padat perkotaan merupakan sumber terbesar ketiga dari emisi metana antropogenik di dunia. Sementara itu, pembakaran sampah secara terbuka dan pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari truk-truk...

Data or Tool

The "JCM in CHARTS" series aim to provide a comprehensive and easy-to-understand description of the Joint Crediting Mechanism (JCM) in each host country. This version describes the rules, procedures, and references for implementing the JCM in Indonesia.

The Bahasa Indonesia version of this CHARTS is available: https://pub.iges.or.jp/pub/jcm-dalam...

Keywords:
Commissioned Report

国立研究開発法人国立環境研究所(以下、NIES)が平成28年度事業に開発した温室効果ガス排出量のシミュレーションモデルを使ってインドネシア全体における温室効果ガス排出削減の可能性を検討するにあたり、IGESは交通分野を中心としたエネルギー消費実態等に係る現地調査の設計、実施、データ解析を行った。

Commissioned Report
Author:
R.L.
Kaswanto
H.S.
Arifin
N
Arifin
A.
Munandar
M.
Muchtar

Following the 2015 Paris Agreement, Indonesia joined a growing list of countries pledging to mitigate its greenhouse gases (GHGs) in a nationally determined contribution (NDC). Whether Indonesia will be able to achieve its proposed NDC reduction target of 29 percent (against a 2020 baseline) by 2030 will hinge on how effectively governments at...

Peer-reviewed Article
In 環境情報科学 学術研究論文集

本論の目的は,インドネシアの気候変動緩和対策の現状を明らかにし,また,その実施上の課題を明確化することである。特に政権交代後の政策面や組織・調整面の動向に着目し,潜在的な課題・阻害要因につき,インタビュー調査や文献調査により検討を行う。その結果,関係ステークホルダー間の連携や調整の強化,緩和計画などの政策面の強化が今後の緩和対策実施上の課題として確認された。

Commissioned Report

途上国の森林減少・劣化に由来する温室効果ガス排出の削減等(以下「REDD+」という。)は重要な気候変動対策であり、気候変動に関する国際連合枠組条約の第21回締約国会議(COP21)で合意された「パリ協定」にもその実施と支援を奨励することが明記されたところである。

REDD+の推進には、途上国に対する資金と技術の提供が必要とされているが、公的資金には限界があることから、今後、REDD+の取組みを拡大していくには、民間セクターからの資金や技術の提供が鍵となる。しかしながら、民間セクターがREDD+に対して投資するには、排出削減クレジットが獲得できる等のインセンティブが必要(①)とされる。また、途上国がREDD+を実施するには、COP決定を踏まえつつ、各々の国情に応じた排出削減量の算定...

Keywords: